Langkah Cerdas sebelum Lakukan Renovasi Rumah

Lakukan Renovasi Rumah

Sedikitnya, ada 4 alasan orang melakukan renovasi rumah di antaranya:

  • Memperbaiki kerusakan rumah sehingga mengurangi resiko kecelakaan & meningkatkan kenyamanan keluarga
  • Menciptakan suasana yang baru sehingga memberikan anggota keluarga lebih betah berada di rumah
  • Meningkatkan nilai jual rumah karena desain rumah yang lama dirasa ketinggalan zaman (jadul) sehingga dapat meningkatkan keuntungan
  • Menambah ruang pada rumah karena adanya pertambahan anggota keluarga

Akan merenovasi rumah dalam waktu dekat? Apa alasan Anda melakukannya? Terlepas dari apapun alasan Anda melakukan renovasi rumah, renovasi rumah harus direncanakan dengan matang sebelumnya agar berjalan dengan lancar. Berikut ini langkah cerdas sebelum melakukan renovasi rumah yang bisa Anda ikuti:

Tentukan apakah akan renovasi seluruh atau sebagian

Apakah Anda akan merenovasi seluruh rumah atau justru sebagian rumah? Hal ini penting dilakukan karena pada akhirnya akan mempengaruhi biaya renovasi rumah. Untuk menghemat biaya renovasi, sebaiknya lakukan renovasi sebagian. Lakukan renovasi pada bagian rumah yang benar-benar krusial, seperti halnya atap rumah yang sudah pada bolong sehingga ditakutkan akan membuat perabotan rumah basah dan lantai banjir jika dibiarkan. Dinding yang rembes sehingga lama kelamaan akan akan membuat cat dinding mengelupas, menimbulkan bau yang tidak sedap, ruangan menjadi lembab, bahkan memicu jamur. Lantai kayu yang mulai keropos, jika tidak diganti ditakutkan akan mengancam keselamatan anggota keluarga. Apabila telah siap menghadapi biaya renovasi yang tinggi, Anda bisa melakukan renovasi seluruh mulai dari untuk tujuan keselamatan, kenyamanan, sampai dengan meningkatkan keuntungan.

Hitung anggaran biaya renovasi rumah

Selanjutnya, Anda harus menghitung anggaran biaya renovasi rumah agar tidak ada kendala keuangan di pertengahan renovasi. Berikut ini ilustrasi cara menghitung anggaran biaya renovasi rumah:

Material yang dibutuhkan:

Semen 3 sak (@ IDR 70.000)                                       = IDR      210.000

Papan 100 keping (@ IDR 130.000)                           = IDR 13.000.000

Pasir 1 mobil pick up (@ IDR 600.000)                      = IDR      600.000

Atap metal polos 375 lembar (@ IDR 40.000)        = IDR 15.000.000

Cat dinding 2,5 liter 5 buah (@ IDR 130.000)          = IDR      650.000

Jadi perkiraan total biaya untuk material yang dibutuhkan adalah IDR 29.460.000

*Harga ini  hanya perkiraan saja, beda merek, kuantitas, dan kualitas akan berbeda harga.

Biaya tukang bangunan:

Upah pengecatan dinding 104 m2 (@ IDR 20.000/m2)                   = IDR 2.080.000

Upah bongkaran & pasang atap 60,95 m2 (@ IDR 49.000/m2)    = IDR 2.986.550

Jadi, perkiraan total biaya untuk upah tukang bangunan adalah IDR 5.066.550 (belum ditambah upah  untuk pekerjaan lainnya).

*Upah ini hanya perkiraan, beda cara pemilihan metode pembayaran & tukang akan beda kuantitasnya. Kalau borongan tenaga komplit sekitar IDR 600.000/m2.

Perkiraan anggaran biaya renovasi rumah yang harus Anda siapkan adalah IDR 29.460.000 + IDR 5.066.550 = IDR 34.526.550++ (++ di sini karena bisa saja ada penambahan upah, harga material yang naik, dan kondisi lainnya).

Anggaran biaya renovasi rumah bukan hanya dari material bangunan yang dibutuhkan serta biaya tukang saja, melainkan juga dari pengurusan IMB untuk renovasi. Mengapa masih harus dilakukan pengajuan IMB saat renovasi? Untuk memastikan bahwa bangunan hasil renovasi sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan. Salah satu syarat yang harus dilengkapi untuk pengajuan IMB renovasi adalah fotokopi IMB sebelumnya, sebelebihnya tidak jauh berbeda dengan syarat pengajuan IMB biasa. Berapa biaya IMB renovasi sendiri? Harga satuannya yakni IDR 25.000/m2. Jika renovasi tidak menambah luas bangunan, rumusnya adalah 25% x (luas total lantai bangunan x harga satuan). Jika renovasi dilakukan pada area yang sulit dihitung luasnya, rumusnya adalah 1,75% x biaya pelaksanaan perubahan.

Mendekorasi Rumah untuk Lebaran

Lebaran adalah hari yang dinanti oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia karena hari spesial ini tidak bisa didapat begitu saja tanpa melalui ibadah puasa. Ketika hari raya tiba, orang-orang muslim merayakannya dengan saling berkunjung ke rumah masing-masing, bersalam-salaman, dan mencicipi setiap kue dan hidangan yang disediakan. Di samping itu, kondisi rumah mereka terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya karena mereka mendekorasinya dengan maksimal. Sehubungan dengan akan dirayakan lebaran beberapa bulan mendatang, tak salah apa bila Anda membaca kiat-kiat mendekorasi rumah untuk lebaran di bawah ini agar rumah Anda nantinya terlihat lebih menarik dan indah:

dekorasi rumah untuk lebaran

Cat ulang rumah

Mengecat ulang rumah Anda adalah salah satu bagian penting dalam mendekorasi rumah untuk lebaran. Anda bisa mengecat ulang dengan warna yang sama jika tetap ingin mendapatkan nuansa yang sama. Namun, jika Anda ingin mendapatkan nuansa yang berbeda, pilih warna cat yang berbeda dan lebih segar. Misalnya, jika sebelumnya, Anda mengecat rumah dengan warna putih atau krim, lebaran kali ini rumah Anda sebaiknya berwarna merah muda, kuning, hijau muda, orange, atau biru muda. Anda boleh memadumadankan atau mengkombinasikan warna-warna cerah tersebut sesuai selera. Ingat untuk melakukan hal ini minimal satu minggu sebelum lebaran agar pekerjaan ini sudah beres sebelum hari raya tiba. Tamu-tamu Anda tentu akan terkesan ketika merasakan suasana berbeda di dalam dan di luar kediaman Anda.

Singkirkan benda-benda yang tak terpakai

Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab mengapa rumah terlihat berantakan adalah karena adanya benda-benda yang tidak terpakai lagi dan diletakkan sembarangan. Biasanya orang-orang akan merapikan rumah mereka dan membereskan benda-benda yang tidak terpakai sebelum lebaran tiba. Hal yang sama juga harus Anda lakukan agar rumah tidak terlihat sumpek dan sempit. Bila memungkinkan Anda juga boleh menyingkirkan benda-benda berguna tapi memakan terlalu banyak memakan tempat di rumah agar rumah tak sempit. Sebagai contoh, apabila di ruang tamu Anda ada dua lemari untuk piring dan cangkir hias, sebaiknya singkirkan salah satu agar ada free space di ruang tersebut. Begitu juga dengan sofa yang terlalu banyak di dalam satu ruangan (bila Anda menggabungkan 1 set sofa dengan sofa yang lama), sebaiknya singkirkan satu atau dua sofa jika memang memungkinkan.

Ubah tata letak perabotan

Hal yang tak kalah penting dan sebaiknya memang dilakukan dalam mendekorasi rumah adalah mengubah tata letak perabotan ke posisi yang baru. Memang hal ini membutuhkan perencanaan yang matang, apalagi jika tidak ada ide dan kreativitas. Untuk itu, sebaiknya kumpulkan referensi baik dari gambar atau video terkait tata letak perabotan yang baik. Anda juga bisa mendengarkan saran dan meminta bantuan dari pakar interior rumah mengenai hal ini bila memungkinkan. Yang pasti, posisi perabotan tidak acak-acakan dan terlihat tidak rapi. Anda boleh mencontoh tata letak perabotan di rumah tetangga Anda bila memang sulit menemukan ide.

Sebagai saran, pastikan posisi perabotan tidak mengganggu akses keluar dan masuk ruangan di dalam rumah dan pastikan juga bahwa Anda merasa nyaman.

Di samping itu, tak salah rasanya jika Anda meletakkan beberapa aksesoris lebaran untuk mempercantik ruangan, seperti aksesoris yang berbentuk ketupat. Tak hanya itu saja, disarankan juga untuk mengganti gorden dan alas meja dengan yang baru dan warnanya sesuai atau cocok dengan warna dinding rumah. Contohnya, jika dinding rumah warnanya hijau, Anda bisa memilih gorden dan alas meja berwarna kuning ataupun orange.