Keuntungan Menjadi Seorang Pengusaha

Sebagian besar orang bersikukuh ingin memperoleh pekerjaan di suatu institusi dan perusahaan baik itu miliki pemerintah maupun swasta. Apalagi dengan mengenakan seragam yang rapi, memang terlihat lebih profesional dan menarik perhatian. Bahkan, tidak sedikit orang yang meraih pendidikan tinggi untuk memenuhi kriteria agar dapat bekerja di perusahaan. Mirisnya lagi, untuk meraih profesi yang diidam-idamkan terkadang rela menyogok dengan jumlah uang hingga ratusan juta rupiah. Sementara itu, minat untuk menjadi seorang pengusaha hanya segelintir. Resiko menjadi seorang pengusaha memang relatif tinggi dan membutuhkan keahlian khusus. Semakin besar usaha yang dijalankan maka kian tinggi pula resikonya. Namun, ada banyak hal yang menjadi keuntungan bila menjadi seorang pengusaha:

 

Memiliki waktu kerja yang tidak terikat

 

Ada hal yang membedakan antara berkaryawa dengan diri sendiri dan bekerja pada orang lain, salah satunya terdapat pada waktu kerja. Bila memiliki usaha pribadi, tentunya Anda dapat mengatur sendiri waktu kerja dan libur, sedangkan kalau di perusahaan mesti mematuhi aturan kerja yang telah diterapkan. Jika tidak, bukan tidak mungkin bakal diberikan sanksi seperti surat peringatan pemberhentian kerja. Sekalipun untuk hari raya, apabila perusahaan tidak memberikan kebijakan untuk libur maka hal tersebut tidak dapat dihindari. Inilah salah satu kelebihan dan kekurangan dari memiliki pekerjaan sendiri dan bekerja pada orang lain.

 

Mempunyai peran mengatur bukan diatur

 

Satu konsekuensi bila bekerja di institusi atau BUMS dan BUMN ialah menerima aturan terlebih bila masih menjadi bawahan. Bedanya dengan memiliki bisnis sendiri dan mempunyai beberapa karyawan, Anda yang memberikan peraturan untuk mereka. Bahkan, dapat dikatakan sudah menjadi bos untuk sebuah usaha yang ditekuni sekalipun bentuk usahanya kecil dan menengah. Mengatur orang lain tentunya lebih bangga daripada diatur. Selagi dapat memberikan pengaturan yang baik kepada para bawahan, bukan tidak mungkin dapat memunculkan loyalitas mereka kepada perusahaan sehingga memungkinkan sebuah usaha dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

 

Mendapat penghasilan tidak terbatas

 

Memiliki usaha sendiri juga memiliki kelebihan dari segi penghasilan. Sejatinya, semakin berkembang sebuah bisnis yang ditekuni maka potensi penghasilan yang diraih pun semakin besar. Kendatipun hanya pedagang kaki lima, banyak yang sudah menghasilkan beberapa aset berharga baik itu rumah maupun bangunan jika pandai mengatur keuangan dengan baik, apalagi sebuah usaha yang memiliki prospektif bagus. Sementara kalau di perusahaan orang lain penghasilan yang didapat dalam setiap bulan jumlahnya tetap. Hal ini memang memberikan kenyamanan, akan tetapi sulit untuk mencapai impian yang besar entah itu membeli kendaraan, tempat tinggal, atau bahkan membangun bisnis baru. Namun dengan usaha, bukan tak mungkin harapan tersebut bakal terwujud dalam jangka waktu yang lebih pendek.

 

Membantu kehidupan orang lain

 

Yang tak kalah membanggakan bila menjadi seorang pebisnis adalah dapat membantu kehidupan orang lain yakni dengan mempekerjakan mereka. Sebaliknya, jika berlomba-lomba dalam meraih posisi di perusahaan, tentu hal ini akan mengurangi kesempatan kerja orang lain. Namun dengan bisnis sendiri Anda mampu menyediakan lapangan kerja yang justru membantu ekonomi mereka. Tentu rasa bangga dan bahagia lebih besar dengan adanya kemampuan tersebut.

 

Betapa menguntungkannya menjadi seorang pengusaha. Tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga orang banyak. Anyway, tertarik menjadi seorang pengusaha? Kenali hobi Anda dan tekuni dengan maksimal. Satu kesuksesan dari sebuah usaha adalah dilandasi dengan hobi.

Menghadapi Persaingan Bisnis dengan Cara yang Sehat

Persaingan dan bisnis, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Setiap orang memiliki kebebasan untuk berbisnis dengan produk yang sama sekalipun mengingat Indonesia tidak menganut sistem perdagangan monopoli, di mana hanya ada satu penguasa pasar. Setiap pelaku usaha harus bisa menghadapi persaingan ini jika ingin tetap bertahan, berkembang, atau maju. Jika Anda tertarik terjun ke dunia bisnis, berusaha menghadapi persaingan bisnis dengan cara yang sehat. Sejatinya, pemenang sejati tidak mengalahkan musuhnya dari belakang. Berikut ini beberapa upaya menghadapi persaingan bisnis yang ketat dengan cara yang sehat:

 

Tawarkan produk yang lebih istimewa & unik

 

Untuk menghadapi persaingan yang ketat, Anda harus bisa menawarkan produk yang lebih istimewa dibandingkan dengan pesaing. Sebagai contoh, Anda menawarkan 3 rasa sekaligus dalam satu bungkus roti, memberikan bonus beberapa kancing baju untuk per potong baju batik, penggantian tali sepatu, atau menawarkan keripik singkok dengan rasa green tea. Atas dasar keistimewaan dan keunikan ini, bisa dipastikan tak sedikit orang yang tertarik untuk membelinya. Jika memang dari sisi kualitas memang sesuai harapan, tidak tertutup kemungkinan mereka akan melakukan pembelian pengulangan. Kemungkinan lainnya, mereka akan mengajak orang terdekatnya untuk membeli produk pada Anda. Apabila kondisinya demikian, Anda bakal mendapatkan 2 keuntungan sekaligus yakni meningkatnya penjualan serta bisa menekan pengeluaran untuk promosi mendapatkan konsumen baru.

 

Maksimalkan promosi

 

Promosi penting dilakukan oleh setiap pelaku bisnis untuk memperkenalkan bisnis kepada publik, menarik konsumen baru, sampai dengan mempertahankan pelanggan. Namun, tidak dianjurkan untuk mencoreng nama baik dari kompetitor dalam promosi ini dengan tujuan memperoleh perhatian publik. Kalau kompetitor tidak merasa senang, Anda bisa dituntut secara hukum. Lakukan promosi dengan cara yang bijak dan tepat. Ada banyak media promosi yang bisa Anda gunakan mulai dari media cetak seperti koran, majalah, media elektronik seperti TV atau radio, sampai dengan media online seperti website, blog, jejaring sosial seperti halnya Twitter, LinkedIn, Facebook, Instagram, YouTube, dsb. Untuk menghemat biaya, pemasaran yang lebih luas, dan memantau kinerja promosi, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan promosi lewat media internet. Promosi yang efektif sejatinya dapat menjadikan produk sebagai top of mind. Jika demikian, konsumen akan mencari produk Anda untuk pertama kalinya.

 

Berikan pelayanan terbaik

 

Bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga pelayanan yang diberikan oleh penjual pun menjadi pertimbangan konsumen ketika melakukan pembelian. Maka dari itu, jika ingin bersaing sehat dengan kompetitor, selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap konsumen (tidak pandang bulu). Sebagai contoh, memberikan senyum, salam, dan sapa, menawarkan bantuan dalam menemukan produk yang tepat, mengantarkan barang yang dipesan tepat waktu, mengganti barang yang rusak saat pengiriman, menanggapi komplain pelanggan dengan cepat & tepat, atau lain sebagainya. Ketika konsumen merasa diperlakukan dengan sangat baik, akan muncul kepuasan di dalam hatinya serta citra positif bisnis yang akan menjadikan mereka sebagai konsumen yang loyal. Konsumen yang loyal adalah konsumen yang akan melakukan pengulangan pembelian untuk produk yang sama atau produk lainnya yang ditawarkan penjual, kebal terhadap produk pesaing, hingga merekomendasikan produk kepada orang lain.

 

Pelaku bisnis sejati adalah yang bisa menghadapi kompetitornya dari depan bukan dari belakang (bersaing secara sehat). Pebisnis yang bisa memenangkan persaingan dengan cara yang sehat sejatinya akan bertahan lebih lama menikmati hasil ketimbang mereka yang “main belakang” dari kompetitor.