Month: May 2017

Menghadapi Persaingan Bisnis dengan Cara yang Sehat

Persaingan dan bisnis, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Setiap orang memiliki kebebasan untuk berbisnis dengan produk yang sama sekalipun mengingat Indonesia tidak menganut sistem perdagangan monopoli, di mana hanya ada satu penguasa pasar. Setiap pelaku usaha harus bisa menghadapi persaingan ini jika ingin tetap bertahan, berkembang, atau maju. Jika Anda tertarik terjun ke dunia bisnis, berusaha menghadapi persaingan bisnis dengan cara yang sehat. Sejatinya, pemenang sejati tidak mengalahkan musuhnya dari belakang. Berikut ini beberapa upaya menghadapi persaingan bisnis yang ketat dengan cara yang sehat:

 

Tawarkan produk yang lebih istimewa & unik

 

Untuk menghadapi persaingan yang ketat, Anda harus bisa menawarkan produk yang lebih istimewa dibandingkan dengan pesaing. Sebagai contoh, Anda menawarkan 3 rasa sekaligus dalam satu bungkus roti, memberikan bonus beberapa kancing baju untuk per potong baju batik, penggantian tali sepatu, atau menawarkan keripik singkok dengan rasa green tea. Atas dasar keistimewaan dan keunikan ini, bisa dipastikan tak sedikit orang yang tertarik untuk membelinya. Jika memang dari sisi kualitas memang sesuai harapan, tidak tertutup kemungkinan mereka akan melakukan pembelian pengulangan. Kemungkinan lainnya, mereka akan mengajak orang terdekatnya untuk membeli produk pada Anda. Apabila kondisinya demikian, Anda bakal mendapatkan 2 keuntungan sekaligus yakni meningkatnya penjualan serta bisa menekan pengeluaran untuk promosi mendapatkan konsumen baru.

 

Maksimalkan promosi

 

Promosi penting dilakukan oleh setiap pelaku bisnis untuk memperkenalkan bisnis kepada publik, menarik konsumen baru, sampai dengan mempertahankan pelanggan. Namun, tidak dianjurkan untuk mencoreng nama baik dari kompetitor dalam promosi ini dengan tujuan memperoleh perhatian publik. Kalau kompetitor tidak merasa senang, Anda bisa dituntut secara hukum. Lakukan promosi dengan cara yang bijak dan tepat. Ada banyak media promosi yang bisa Anda gunakan mulai dari media cetak seperti koran, majalah, media elektronik seperti TV atau radio, sampai dengan media online seperti website, blog, jejaring sosial seperti halnya Twitter, LinkedIn, Facebook, Instagram, YouTube, dsb. Untuk menghemat biaya, pemasaran yang lebih luas, dan memantau kinerja promosi, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan promosi lewat media internet. Promosi yang efektif sejatinya dapat menjadikan produk sebagai top of mind. Jika demikian, konsumen akan mencari produk Anda untuk pertama kalinya.

 

Berikan pelayanan terbaik

 

Bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga pelayanan yang diberikan oleh penjual pun menjadi pertimbangan konsumen ketika melakukan pembelian. Maka dari itu, jika ingin bersaing sehat dengan kompetitor, selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap konsumen (tidak pandang bulu). Sebagai contoh, memberikan senyum, salam, dan sapa, menawarkan bantuan dalam menemukan produk yang tepat, mengantarkan barang yang dipesan tepat waktu, mengganti barang yang rusak saat pengiriman, menanggapi komplain pelanggan dengan cepat & tepat, atau lain sebagainya. Ketika konsumen merasa diperlakukan dengan sangat baik, akan muncul kepuasan di dalam hatinya serta citra positif bisnis yang akan menjadikan mereka sebagai konsumen yang loyal. Konsumen yang loyal adalah konsumen yang akan melakukan pengulangan pembelian untuk produk yang sama atau produk lainnya yang ditawarkan penjual, kebal terhadap produk pesaing, hingga merekomendasikan produk kepada orang lain.

 

Pelaku bisnis sejati adalah yang bisa menghadapi kompetitornya dari depan bukan dari belakang (bersaing secara sehat). Pebisnis yang bisa memenangkan persaingan dengan cara yang sehat sejatinya akan bertahan lebih lama menikmati hasil ketimbang mereka yang “main belakang” dari kompetitor.